Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Tampilkan postingan dengan label bogor sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bogor sehat. Tampilkan semua postingan

Deteksi Autis dengan Film Kartun

Jika diketahui sejak dini, autisme pada anak sebenarnya bisa diatasi dengan lebih efektif. Menurut penelitian di Yale University, Inggris, autisme bisa didiagnosis lebih dini dengan melihat respon balita saat menonton film kartun atau animasi. Normalnya,


, balita sangat senang melihat gambar bergerak dalam film kartun dan akan memfokuskan perhatian pada setiap gerakan. Tapi, tidak demikian dengan balita autis. Mereka tidak mengacuhkan gerakan dalam film kartun tersebut.
Identifikasi autis dengan film kartun ini dilakukan terhadap 55 balita. Hasilnya menunjukkan bahwa 21 balita yang didiagnosa mengalami autistic-spectrum disorder cenderung tidak fokus pada animasi yang diperlihatkan pada dua layar berbeda.
”Dengan mengetahui gejala autis lebih dini, terapi dapat diberikan dengan lebih cepat dan tepat,” tutur Dr Ami Klin, peneliti dari Yale Child Study Center. AN



read more...

Tidur Siang Picu Munculnya Diabetes

Sering merasa ngantuk dan tertidur sehabis makan siang? Hati-hati, rutin tidur sehabis makan siang bisa mengundang munculnya diabetes tipe 2.


Penelitian di University of Birmingham, Inggris, dan RS Guangzhou, China, terhadap 16.480 orang, menunjukkan bahwa orang yang tidur siang memiliki kemungkinan 26 persen lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan orang yang tidak tidur siang. Ini berhubungan dengan berkurangnya waktu istirahat malam dan berkurangnya aktivitas fisik di siang hari.
Tidur siang bisa mengganggu pola tidur yang sehat sehingga menyebabkan sulit tidur di malam hari dan membuat waktu tidur malam menjadi lebih pendek. Gangguan tidur malam diduga berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu para peneliti menemukan bahwa bangun dari tidur siang mengaktifkan hormon dan mekanisme di dalam tubuh yang mengganggu efektivitas kerja hormon insulin. Diabetes memang terjadi akibat hormon insulin yang tidak bekerja dengan efektif.
"Penelitian terbaru ini bisa menjadi langkah awal untuk menjelaskan kaitan antara masalah tidur dengan diabetes tipe 2," tutur Dr Iain Frame, direktur penelitian Diabetes UK. AN



read more...

Perut besar berpengaruh buruk terhadap otak

Mereka yang mempunyai perut besar pada usia 40-an, berisiko menderita pikun (dementia) kelak di usia tuanya. Pernyataan ini didapat dari penelitian di Amerika terhadap 6600 orang yang dimonitor selama 36 tahun.....


Para peneliti menemukan bahwa mereka yang berperut besar tiga kali lebih cepat menderita pikun dibanding mereka yang langsing. Perut dan pinggang besar juga dihubungkan dengan risiko diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kematian dini. Para peneliti menduga bahwa kelebihan lemak yang menempel pada tulang punggung, produksi hormon tertentu, dan protein tertentu yang menimbulkan radang di otak, membuat pikun. Sumber: Neurology


read more...

Manfaat belut, dari mengencangkan payudara sampai menyembuhkan

Belut (Monopterus albus) memang enak dimakan. Ditumis dengan cabai hijau atau digoreng kering, sama enaknya. Sebagai bahan makanan dengan kandungan protein tinggi, tentu dapat dipahami jika belut mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan energi.....


Tapi tahukah Anda bahwa belut juga mempunyai manfaat lain? Sejak lama belut dikenal sebagai afrodisiak atau pembangkit gairah seksual terutama bagi kaum lelaki. Untuk itu, yang dipakai adalah bagian kepalanya, dikeringkan dan dijadikan bubuk. Bagi wanita, minyak belut dipercaya mampu mengencangkan payudara, membuat kulit halus dan licin.
Kini, belut juga dikapsulkan, maksudnya dijadikan obat yang dipercaya mujarab sebagai penambah darah dan menyembuhkan penyakit liver. Nah, silakan mengkonsumsi belut, tapi sebaiknya tidak sambil membayangkan belut hidup, terutama kaum wanita.



read more...

Minuman cokelat & antioksidan

Sudah lama diketahui bahwa cokelat mengandung antioksidan yang prima. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kadar antioksidan dalam cokelat memang luar biasa.....


Para peneliti di Amerika menyatakan bahwa satu muk (mug) minuman cokelat (asli, tanpa tambahan susu, lemak dan lainnya) mengandung antioksidan dua kali lipat dibanding antioksidan yang terkandung dalam minuman anggur merah, tiga kali lipat dalam minuman teh hijau, dan lima kali lipat dalam minuman teh hitam dengan volume yang sama.


read more...

Vitamin D memperpanjang umur

Suplementasi vitamin D mampu memperpanjang usia Anda. Demikian dilaporkan oleh Internal Medicine, September 2008....


Para ilmuwan menganalisa data dari 18 penelitian yang melibatkan 57.000 orang yang dipantau selama enam tahun. Mereka yang minum vitamin D setiap hari risiko kematiannya (dari semua penyakit) turun 7% dibanding mereka yang tidak mengkonsumsi vitamin D. Menurut para ilmuwan tersebut, penelitian ini merupakan yang pertama yang menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi vitamin D dan penurunan risiko kematian dari segala penyakit. Dosis vitamin D yang dianjurkan adalah 300 – 2000 IU per hari. SW


read more...

6 Rambu-rambu Mengkonsumsi Herba untuk Kanker

Pengobatan herba pun harus mengikuti tata cara agar berjalan sesuai harapan, aman, dan efektif.....


Rupanya herba dalam bentuk ramuan, jamu, bubuk, maupun bentuk lain sudah menjadi salah satu obat tradisional yang paling banyak dilirik dalam pengobatan kanker. Situs www.CancerHelpUK.com menyebutkan, pengkonsumsinya mencapai 60 persen dari seluruh penderita kanker di seluruh dunia, atau setiap 6 dari 10 penderita.

Dari jumlah tersebut, banyak yang pengobatannya lancar dan berhasil sembuh, namun ada juga yang hasil pengobatannya berjalan tidak sesuai harapan.

Menurut Dr Arijanto Jonosewojo, SpPD, Kepala Poliklinik Pengobatan Komplementer dan Alternatif RS Dr Soetomo, Surabaya, ada banyak faktor yang membuat pengobatan herba tidak berjalan sesuai harapan. ”Umumnya, keadaan tersebut disebabkan kurangnya pemahaman pasien mengenai tata cara mengkonsumsi herba,” jelasnya.

Nah, supaya pengobatan herba berjalan aman dan efektif pastikan memahami rambu-rambunya. Di antaranya, seperti berikut ini:



1. Jangan dipukul rata

Harus diakui, tidak sedikit penderita kanker yang menjalani pengobatan herba tanpa konsultasi pada dokter atau herbalis. Sebagian dari mereka mengadaptasi herba berdasarkan kesaksian orang atau kepercayaan terhadap efektivitas herba tertentu yang beredar di masyarakat.

Padahal, herba yang cocok bagi orang lain belum tentu cocok bagi kita. Sebab, meskipun jenis kankernya sama, namun kondisi setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini membuat keputusan memilih dan mengkonsumsi herba tidak bisa dipukul rata, karena dosis, efek, serta efektivitas herba pada setiap penderita bisa bervariasi.

2. Cermati klaim ”mengobati”

Jumlah herba yang sudah diuji secara klinis kemudian diisolasi menjadi obat medis dan diberikan dalam kemoterapi - sehingga disebut obat, atau berperan mengobati - jumlahnya masih sangat terbatas. Di antaranya vincristine, vinblastine, vindesine, venorelbin (dibuat dari tapak dara), dan taxol (pacific yew).

Namun di media massa, kita sering menjumpai herba tertentu yang diklaim ”mengobati kanker” tanpa menjelaskan secara rinci apa peranannya. Menurut C. Leigh Broadhurst, PhD dalam tulisannya yang berjudul ”How Do Plants Help Prevent Cancer” (Herbs for Health, Januari 2000), herba yang dikatakan mengobati kanker belum tentu mampu membunuh sel kanker.

Bisa saja, herba-herba lebih berperan menyuplai antioksidan (kunyit, daun basil, bawang putih; jamur shiitake, reishi, maitake, dsb), menghambat perkembangan sel kanker (lidah buaya, kecambah, jintan, tapak dara, keladi tikus), meningkatkan stamina (ginseng, jahe), atau melindungi hati dari kerusakan akibat penggunaan obat jangka panjang sekaligus mengurangi efek samping terapi seperti mual, muntah, dan tidak napsu makan (lidah buaya, temulawak).

”Herba tersebut bekerja secara tidak langsung, dengan cara meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Daya tahan tubuh yang baik inilah yang ikut menghambat perkembangan sel kanker, dan lebih tepat disebut membantu mengobati,” tutur Dr Arijanto.

3. Konsultasi, wajib!

Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mengkonsumsi herba adalah konsultasi terlebih dahulu. Untuk berkonsultasi mengenai herba, pastikan Anda membawa hasil diagnosa, lengkap dengan pemeriksaan laboratorium yang ada.

Hasil diagnosa merupakan pertimbangan untuk menentukan apakah seorang pasien perlu diberi herba sebagai terapi utama atau pendukung, termasuk jenis herba yang paling sesuai dengan kondisi dan gejala yang ada. Sementara pemeriksaan laboratorium bermanfaat untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan (kontraindikasi) antara herba dengan kondisi tubuh pasien. Misalnya, jika memiliki gangguan ginjal atau hati, dokter akan mempertimbangkan herba apa yang paling aman. Pemeriksaan yang perlu dilakukan antara lain kadar asam urat, gula darah, fungsi hati, ginjal, dan sebagainya.

Setelah mendapat saran mengenai herba yang perlu dikonsumsi pasien, jangan lupa untuk menanyakan beberapa hal berikut ini:

* Bagaimana kondisi kesehatan pasien, apakah memungkinkan untuk mengkonsumsi herba?
* Bagaimana cara kerja herba tersebut?
* Apakah herba yang bersangkutan akan berpengaruh terhadap obat lain yang sedang dikonsumsi, dan bagaimana cara aman mengkonsumsinya?
* Berapa lama efeknya akan muncul?
* Berapa lama herba tersebut dikonsumsi, dan kapan harus dihentikan (baik untuk sementara maupun seterusnya)?

disadur dari: Nirmala Magazine

read more...

Mengintip Khasiat “Viagra” Alami

Konon, mampu menambah gairah dan memperbaiki fungsi seksual yang lemah. Benarkah?...read more


Bila menyangkut urusan “ranjang”, rupanya cukup banyak pasangan suami istri yang memilih solusi lewat jalan alternatif, daripada berkonsultasi dengan ahlinya. Problem seputar keperkasaan pria misalnya, diselesaikan dengan menenggak ramuan yang diyakini mampu mendongkrak stamina.

Maklum saja, ramuan semacam itu memang mudah diperoleh. Ada yang dijajakan oleh mbok-mbok penjual jamu gendong, banyak pula yang dijual di kedai jamu, toko obat, dan apotek. Kalau mau, ramuan semacam itu juga bisa dibuat sendiri di rumah.

Modalnya pun tidak banyak, hanya secarik resep warisan nenek moyang berisi beberapa herba antara lain pasak bumi atau tongkat ali (Eurycoma longifolia Jack), biji pranajiwa (Euchresta hosfieldii), cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), lengkuas merah (Alpinia purpurata), purwoceng (Pimpinella alpine), ginseng (Panax), buah pinang (Arecha catechu), daun sirih (Piper betle), serta beberapa bumbu dapur seperti jahe, adas, kapulaga, daun sirih, dan kunyit.

Peran herba terbatas

Menurut Dr Setiawan Dalimartha, dokter yang juga ahli herba, beberapa tanaman memang bisa membantu mengatasi masalah seksual. Pada umumnya, herba-herba tersebut berperan sebagai penambah stamina dan melancarkan aliran darah. “Jadi, cara kerjanya tidak langsung,” tuturnya.

Secara empiris, beberapa herba seperti pasak bumi, biji pranajiwa, cabe jawa, lengkuas merah disebut-sebut mampu membantu produksi hormon testosteron yang berperan besar terhadap gairah seksual pria. Herba bersifat peningkat gairah (afrosidiak) lainnya adalah bawang putih, daun pegagan, daun kucai, dan papaya muda. Keempat herba tersebut diyakini mampu meningkatkan gairah pada wanita.

Sementara herba yang bermanfaat melicinkan organ kewanitaan sehingga mengatasi rasa sakit saat berhubungan intim adalah mengkudu. Umumnya, mengkudu – baik berupa rebusan atau hasil fermentasi - ini dimanfaatkan oleh wanita yang sudah mengalami menopause.

Namun, yang harus diperhatikan sebelum mengkonsumsi herba semacam ini adalah, jangan lupa untuk mencari penyebab gangguan seksualnya terlebih dahulu. Misalnya, apakah gangguan ereksi disebabkan oleh stamina yang kurang fit, gangguan fungsi organ, atau faktor lain seperti gangguan psikis dan aroma tubuh pasangan.

Karenanya, kalaupun karena suatu alasan Anda merasa perlu mengkonsumsi ramuan-ramuan semacam itu, ada baiknya Anda tetap menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga, dan pilih makanan yang bergizi agar tetap sehat.

Berikut ini beberapa ramuan warisan leluhur, yang bisa dibuat sendiri di rumah. Mau mencoba?

Mabuk Kepayang

Bisa diminum pria maupun wanita. Khasiatnya menguatkan stamina dan menambah gairah.

Bahan:

20 g cabe jawa

5 g kapulaga



2 g lada

2 g jahe

2 g pasak bumi

2 sdm madu murni atau gula aren

Cara membuat:

Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 300 ml air (api kecil) hingga tersisa 200 ml. Angkat, saring, tambahkan 1 sendok makan madu atau gula aren asli sesuai selera. Minum hangat-hangat sebelum berangkat ke peraduan.

Sehat Perkasa

Ramuan khusus pria. Berkhasiat melancarkan peredaran darah ke organ vital, sehingga memperkuat ereksi.

Bahan:

2 g cabe jawa

2 g kapulaga

2 g sawi langit

2 g pasak bumi

1 sdt madu murni

Cara membuat:

Cuci bersih semua bahan kecuali madu, rebus dengan 300 ml air (api kecil) hingga mendidih. Angkat, saring, tambahkan madu. Minum 2 kali sehari, sesudah makan.

disadur dari : Nirmala Magazine

read more...

Apa Penyebab Meninggalnya Michael Jackson

Kamis, 25 Juni 2009 waktu setempat, jutaan penggemar di seluruh dunia menangisi kepergian Raja Pop Michael Jackson (50 tahun) yang meninggal diduga akibat serangan jantung. Jackson yang akrab disapa Jacko, meninggal di rumah sakit Ronald Reagan UCLA Medic...read more


Penyanyi kondang ini tiba di rumah sakit sekitar pukul 13.14 siang dalam keadaan gawat darurat dengan memakai masker oksigen. Sebelumnya, sekitar pukul 12.21 siang layanan 911 datang ke rumah Jackson di Holmby Hills, Los Angeles Barat. Saat dalam perjalanan, dokter sudah melakukan resusitasi jantung paru (RJP) yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai cardiopulmonary resuscitation (CPR), suatu usaha pernapasan buatan untuk mengembalikan denyut jantung jantung dengan dengan menekan dada. Namun sang megabintang (superstar) tetap tidak sadarkan diri. Jackson kemudian dinyatakan meninggal pada pukul 14.26 siang waktu setempat.



Apa yang terjadi?

Penyebab kematian Jackson mulai menemui titik terang setelah jenazah pria berusia 50 tahun itu diotopsi oleh bagian forensik kepolisian Los Angeles. Berdasarkan sejumlah petunjuk yang dirangkai kantor berita Associated Press, sang megabintang diduga mengidap penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh arteri), sehingga jantungnya kekurangan pasokan darah.

Kondisi tersebut diperparah dengan kengototan Jackson untuk tampil sempurna pada rangkaian konsernya itu nanti. Acara tersebut praktis mengharuskan Jackson, pelantun tembang Thriller (yang menjadikannya sebagai bintang terbesar decade 1980-an) dan Billie Jean (memperkenalkan gerakan moonwalk), berada dalam kondisi bugar. Untuk itu, ia selama beberapa bulan terakhir berlatih keras bersama Lou Ferrigno, aktor kekar dalam serial televisi 1980-an The Incredible Hulk.

Jackson juga mendesak Randy Phillips, Direktur Utama AEG Live, selaku promotor konser, untuk memasukkan Conrad Murray, dokter ahli jantung, ke dalam tim produksi. Ketika ditanyakan apa alasannya Jackson hendak memanfaatkan jasa Murray itu, “Ia (Jackson) hanya berkata, ‘Begini, seluruh bisnis ini sepenuhnya melibatkan saya. Saya adalah mesinnya dan kita harus menjaga agar mesin itu tetap diberi oli’.”, kata Phillips mengutip alasan Jackson.

Seperti yang diminta oleh pihak asuransi, Jackson kemudian menjalani tes kesehatan fisik pada Februari yang lalu. Menurut Phillips, hasil tes tersebut menunjukkan fisik Jackson sangat prima. Walaupun tampak kurus, tetapi sehat dan energik.

Sang legenda masih sempat berlatih bersama tim penari di Staples Center, Los Angeles, selama 3 jam pada Rabu (24/6) malam itu. Dia sama sekali tidak terlihat kesan sakit, atau sekarat, meskipun dua hari setelah latihan itu Jackson meninggal. “Ia menari sebaik atau bahkan lebih baik ketimbang para penari berusia 20 tahun yang mendampinginya”, kata Phillips, sambil menunjukkan potongan video sepanjang 1,5 menit dari latihan jelang konser Jackson itu untuk memperkuat penjelasannya.

Namun, yang tidak diketahui pihak promotor, adalah bahwa Jackson mengkonsumsi obat resep. Belum jelas, apakah obat itu berfungsi sebagai pendongkrak stamina. Juru bicara bagian forensik kepolisian Los Angeles, Craig Harvey, mengatakan pihaknya masih harus melakukan tes toksikologi. “Kami memperkirakan tes itu memerlukan waktu selama empat sampai enam minggu agar benar-benar lengkap. Begitu tes selesai, kami baru dapat menentukan apa penyebab kematian”, kata Harvey kepada Los Angeles Time.



Obat yang menjadi pemicu terjadinya gagal jantung

Beberapa jam sebelum kematian menjemputnya, Jackson masih terlihat bersemangat. Karena itu, Brian Oxman, pengacara Jackson, mengatakan bahwa ia dan anggota keluarga Jackson mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai konsumsi obat-obatan oleh sang megabintang sehubungan dengan rencana pergelaran konser tersebut.

“Saya tahu, Michael berlatih dan bekerja sangat berat untuk tampil maksimal di London nanti”, kata Oxman kepada stasiun televisi Amerika Serikat ABC lewat acara Good Morning Amerika.

Di pihak lain, Deepak Chopra, ahli jantung yang sebelumnya dipercaya Jackson, mengutarakan kepada CNN, “Menurut saya, ia meninggal karena obat-obatan”. Chopra, yang juga dikenal sebagai tokoh spiritual dan pengobatan alternatif dengan banyak langganan dari kalangan selebrtitis, pernah menolak permintaan Jackson untuk memberikan obat resep yang berisiko nantinya dapat memberikan efek samping yang berbahaya.

Sementara itu, Tarak Ben Ammar, mantan produsen Jackson, mengatakan bahwa para dokter yang ada dalam kehidupan Jakson merupakan para pelaku kejahatan. “Jelas, para penjahat dalam kasus ini adalah para dokter yang merawatnya sepanjang karirnya, yang telah menghancurkan wajahnya, yang memberi obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakitnya”, kata Ammar kepada radio Perancis Europe 1.

Situs sebritas TMZ.com memberitakan pada Jumat (26/6), bahwa kepada Jackson telah disuntikkan Demerol kira-kira satu jam sebelum Jackson tidak sadarkan diri. Demerol adalah obat keras penghilang rasa sakit dari jenis narkotik (narcotic pain reliever) yang mengandung meperidin, yang dikenal juga sebagai oxycontin atau oxydone.

Menurut Dr Daniel Simon, kepala kardiologi University Hospitals Case Medical Center di Cleveland, Amerika Serikat, obat penghilang rasa sakit jenis narkotik, seperti Demerol itu, bila diinjeksikan ke dalam tubuh dalam jumlah dosis yang berlebihan bisa menimbulkan efek samping berupa serangan jantung (cardiac arrest) dan napas terhenti, suatu kondisi yang harus ditangani dengan bantuan pernapasan. “Skenario yang paling sering terjadi dengan Demerol, adalah berhentinya kerja saluran pernapasan, karena udara habis dipompa untuk bernapas”, kata Dr Simon dalam satu wawancaranya via telpon dengan TMZ.com.

Ia mengatakan, kandungan oksigen yang rendah dalam darah bisa memicu detak jantung berhenti, yang dikenal dengan sebutan kekacauan arus listrik pada jantung (ventricular fibrillation), dimana jantung tetap berdenyut tetapi tidak mengalirkan darah. Tanpa CPR (untuk mengembalikan denyut jantung), dan defibrillator (ICD, alat pacu jantung), Anda tidak punya peluang selamat”, kata Simon.



Hidup ditunjang oleh obat

Akibat ia mengalami patah kaki dan tulang belakangnya Karena jatuh dari panggung dalam salah satu konsernya tahun 1984, Jackson mulai mengenal Demerol. Setelah mengalami berbagai masalah kontroversial yang menghancurkan kesuksesan karirnya, Jackson semakin tergantung obat-obatan keras yang hanya didapatkan dengan resep dokter. Kecanduan itu diperparah saat ia mengalami depresi berat karena didakwa melakukan pelecehan seksual kepada seorang bocah laki-laki pada tahun 2005.

Konon, sesaat sebelum kolaps, Jakson disuntik dengan obat Demerol dosis tinggi untuk mengatasi rasa sakit setelah latihan berat. Padahal sebelumnya, ia juga telah mengkonsumsi Dilauid (hidromorfon) dan Vicodin (hidrokordon dan parasetamol), obat pereda nyeri jenis narkotik lainnya. Jackson terbiasa minum obat-obatan pereda nyeri setiap hari, yang seharusnya tidak boleh digunakan secara bersamaan. Selain itu, untuk menjaga kesehatan dan staminanya setiap hari, ia juga mengkonsumsi obat-obatan keras lain, yaitu: obat pelemas otot (muscle relaxant) Soma, obat penenang (sedative) Xanax, pencegah depresi (anti-depressant) Zololf, pengurang kecemasan (anti-anxiety) Paxil, dan sejenis obat mag (heartburn) Prilosec.

Selain itu, Jackson harus mengeluarkan uang sekitar Rp 695 juta untuk sekali membeli krim perawat kulitnya yang mengalami gangguan vililigo, penyakit autoimun langka yang membuat kulitnya memutih.

Jakson memang dikenal sebagai seorang yang keras hati, ingin penampilannya yang serba sempurna, tetapi lupa akan kondisi fisiknya yang sebenarnya tidak lagi seperti dulu di masa mudanya. Akibat penyakit depresinya, Jackson jarang sekali makan. Di akhir hidupnya, berat badannya hanya sekitar 50,8 kg (112 pon). Beberapa artis yang akan tampil bersama Jackson bulan Juli mendatang itu, bereaksi kaget melihat penyanyi itu. Kata mereka, Jackson terlihat pucat, tubuhnya seperti kertas yang angin pun dengan mudah akan bisa menerbangkannya.

Dalam kondisi tersebut pun, Jackson ingin memanjakan penggemarnya dengan memaksa tampil lagi tanpa menghiraukan kondisinya sendiri (SAM)

disadur dari Nirmala magazine


read more...

Antioksidan, Radikal Bebas, dan Penuaan

Antioksidan, Radikal Bebas, dan Penuaan

BAGI Waljinah (57), penyanyi keroncong tembang Jawa, keriput mulai muncul masa usia tua bukanlah sesuatu perlu diresahkan. Kerut-kerut di kulitnya justru penanda kesemarakan hidup yang pernah dilaluinya. Tak heran, meski telah bercucu enam, nenek ini tetap berparas segar. “Resepnya, ya selalu gembira, nrimo ing pandum (penuh rasa syukur), dan mungkin karena sejak gadis rajin minum jamu,” tutur Waljinah.



SEPERTI dimaknai Waljinah, menjadi tua adalah takdir, hukum alam yang tak dapat ditepis. Ketika kehidupan itu dimulai meski ia baru berupa noktah sel embrio, proses penuaan pun serta-merta berlangsung. Namun, kini para ahli dengan segala kecanggihan penemuannya berteori, proses takdir itu dapat diperlambat. Tersebutlah sebuah zat bernama antioksidan. Lalu, seberapa jauh sebenarnya peran si antioksidan itu?

Antioksidan merupakan zat yang anti terhadap zat lain yang bekerja sebagai oksidan. Zat lain itu populer disebut radikal bebas, yaitu suatu molekul oksigen dengan atom yang pada orbit terluarnya memiliki elektron yang tidak berpasangan. Karena kehilangan pasangannya itu, molekul lalu menjadi tidak stabil, liar, dan radikal.

“Akibatnya, ia selalu berusaha mencari pasangan elektron, tetapi dengan cara yang radikal, yaitu merebut elektron dari molekul lain tanpa pandang bulu. Makanya ia disebut radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS),” kata ahli Biokimia Dr Mohamad Sadikin DSc dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Perbuatan si radikal bebas ini berakibat destruktif bagi molekul sel lain yang elektronnya dirampas. Parahnya, aksi perampasan elektron itu menimbulkan reaksi berantai sehingga radikal bebas terlahir semakin banyak. Radikal bebas merusak molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat (polisakarida), lemak, dan deoxyribo nucleic acid (DNA).

Akibatnya, sel menjadi rusak, mati, atau bermutasi. Peristiwa itu menjadi salah satu penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan penuaan sel. Pada sel kulit, misalnya, radikal bebas akan merusak senyawa lemak pada membran sel. Lalu, kulit kehilangan ketegangannya (rigor) dan muncullah keriput.

Sadikin menjelaskan, peran jahat radikal bebas ini bukan berarti ia boleh dienyahkan. Sebab, akhirnya para ahli menemukan, radikal bebas dalam kadar tertentu justru diperlukan untuk pertahanan tubuh. Ketika kuman masuk ke dalam tubuh, sel darah putih (lekosit) akan menghancurkan dan memakan kuman dengan bantuan si radikal bebas.

“Seperti filosofi Yin dan Yang. Dalam keburukan si radikal bebas, ada setitik kebaikan yang sangat esensial,” kata Sadikin. Masih berprinsip pada keseimbangan Yin dan Yang, keseimbangan komposisi antara radikal bebas dan antioksidan mutlak diperlukan di dalam tubuh.

Bagaimana bisa muncul radikal bebas ini? Radikal bebas muncul sebagai konsekuensi dari adanya kehidupan itu sendiri. Setiap makhluk hidup perlu energi untuk bertahan hidup. Makhluk hidup, termasuk manusia, akan selalu memproduksi radikal bebas sebagai produk samping dari proses pembentukan energi.

Energi itu diperoleh dari proses metabolisme dengan mengoksidasi (membakar) zat-zat makanan, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Zat-zat itu akan dikonversi menjadi senyawa pengikat energi atau Adenosin Triphospat (ATP) melalui proses metabolisme dengan bantuan oksigen. Dalam proses oksidasi itulah radikal bebas (ROS), yaitu anion superoksida dan hidroksil radikal turut terproduksi.

Selain lahir dari proses metabolisme, radikal bebas juga muncul pada setiap kejadian pembakaran, misalnya merokok, memasak, juga aktivitas pembakaran bahan bakar pada mesin dan kendaraan bermotor. Ketika sinar ultraviolet menerpa suatu benda terus-menerus, elektron atom benda tersebut akan meloncat dari orbitnya, dan terciptalah radikal bebas.

Singkatnya, radikal bebas akan selalu bertebaran di mana-mana. Api adalah radikal bebas yang dapat dilihat dengan mata. Layaknya radikal bebas, sifat api pun sangat reaktif dan sulit dikendalikan jika merajalela.

Supaya radikal bebas tidak merajalela, tubuh dengan sendirinya spontan memproduksi zat antioksidannya. Antioksidan yang diproduksi dari dalam tubuh (endogen) berupa tiga enzim yaitu, superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GSH Px), katalase, serta non enzim, yaitu senyawa protein kecil glutation.

Ketiga enzim dan senyawa glutation itu bekerja menetralkan radikal bebas. Pekerjaannya itu dibantu oleh asupan antioksidan dari luar (eksogen) yang berasal dari bahan makanan. Misalnya, vitamin E, C, betakaroten dan senyawa flavonoid yang diperoleh dari tumbuhan.

Ahli gizi dari Pusat Kajian Gizi Fakultas Kedokteran UI dr Victor Tambunan MS menjelaskan, dalam proses melumpuhkan radikal bebas, peran antioksidan eksogen sangat sistematis. Pertama-tama vitamin E akan menangkap (scavenging) radikal bebas. Malangnya, vitamin E itu lalu berubah menjadi vitamin E radikal sehingga perlu pertolongan vitamin C.

Apa boleh buat, setelah menangkap vitamin E radikal, si vitamin C malah ikut menjadi vitamin C radikal juga. Akhirnya, barulah glutation yang mampu menetralkan vitamin C radikal menjadi senyawa yang lebih kalem tanpa menjadikan dirinya turut radikal.

LALU, perlukah kita menambah suplemen antioksidan untuk mengatasi keliaran si radikal bebas? Jawaban akhirnya akan normatif. Suplemen antioksidan yang populer di pasaran, yaitu vitamin C, E, dan betakaroten. Namun, fakta perlu diketahui, hingga saat ini para ahli masih sulit memastikan berapa komposisi yang seimbang antara radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh.

Dengan demikian, otomatis dosis suplemen antioksidan yang tepat juga belum dapat dipastikan. Sementara beberapa studi menunjukkan, kelebihan antioksidan justru merugikan hingga membahayakan

Tambunan menjelaskan, selama asupan makanan cukup baik dan menjauhi pola hidup tak sehat, suplemen makanan seperti multivitamin sama sekali tidak dibutuhkan. Suplemen dibutuhkan hanya ketika seseorang menderita luka bakar serius, infeksi yang luas, aktivitas fisik berat, atau stres yang hebat.

Orang yang merokok atau, pekerjaannya harus diterpa polusi dan sinar matahari terus- menerus, seperti polisi lalu lintas, juga memerlukan suplemen tersebut. Asumsinya, asupan makanan yang bervitamin antioksidan tidak cukup dibandingkan terpaan radikal bebas. Dengan demikian, tubuh orang itu dalam kondisi stres oksidatif atau komposisi radikal bebasnya lebih banyak.

Menurut Tambunan, suplemen yang paling utama dibutuhkan orang-orang tersebut adalah vitamin C dengan dosis antara 100-500 miligram per hari. Soal dosis memang masih kontroversi. Sebab, jika vitamin C yang diasup ternyata berlebihan bagi tubuh, vitamin C tersebut justru menjadi vitamin C radikal yang sifatnya sama dengan radikal bebas. Glutation tidak lagi sempat menetralkannya karena jumlahnya yang berlebihan. Memang, sebagian yang berlebih itu dapat larut bersama urine, tetapi potensi radikal tetap ada.

Hal yang sama berlaku pada vitamin E, yang jika berlebihan dapat menjadi vitamin E radikal. Ada pula teori yang mengatakan, kelebihan vitamin E dapat mengganggu proses pembekuan darah jika terjadi luka. Selain itu, vitamin E akan terakumulasi di jaringan tubuh yang mengandung lemak seperti liver dan berpotensi meracuni liver.

Tambunan menuturkan, suatu penelitian antioksidan di Amerika Serikat dilakukan pada orang-orang yang merokok dan sekaligus menderita kanker paru. Sebagian dari mereka diberi suplemen betakaroten dosis tinggi, sebagian yang lain diberi plasebo (pil kosong). Dugaan awal, kelompok yang diberi betakaroten sel kankernya dapat terkendali. Yang terjadi cukup mengejutkan, kelompok yang diberi betakaroten justru menunjukkan perkembangan sel kanker. “Pemberian betakaroten itu lantas segera dihentikan,” tutur Tambunan.

Selama ini di pasaran suplemen vitamin E dan C umumnya dijual dalam dosis relatif tinggi per tabletnya, bahkan beberapa merek vitamin C berdosis hingga 1.000 mg per tablet. Padahal, menurut Tambunan, kecukupan gizi vitamin C per hari hanya 60 mg. Untuk vitamin E, cukup 8-10 IU per hari. Tambunan menambahkan, kadar tersebut cukup terpenuhi dari bahan makanan sehari-hari. Vitamin C, misalnya, banyak terkandung dalam jambu klutuk, jeruk, atau kiwi. Vitamin E bisa diperoleh dari sayur-sayuran seperti kecambah, kedelai, atau kuning telur.

Dengan demikian, orang di luar kondisi yang berpotensi stres oksidatif praktis tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen antioksidan. Sebaliknya, sangat dianjurkan berusaha mengonsumsi makanan cukup gizi, sebab asupan antioksidan dari makanan sangat kecil risiko berlebihan. Memang klasik, tetapi empat sehat lima sempurna memang jawabannya.

Tambunan menyarankan, konsumen harus pandai mengukur kondisi fisiknya sendiri. Suplemen baru dianjurkan ketika tubuh mendapat beban fisik yang cukup berat, atau terpaksa berada di kondisi yang sangat terpolusi. Artinya, mengonsumsi suplemen tidak dianjurkan setiap hari, melainkan tergantung pada kondisi yang dihadapi seseorang.

PENYANYI keroncong Waljinah pun rupanya cukup bijak dalam mengonsumsi suplemen vitamin. Ketika harus menembang hingga dini hari pada pagelaran wayang kulit, barulah dia meminum vitamin C setelah menyantap makan malamnya. “Kalau tiap hari, saya lebih memilih minum wedang jahe dan kencur saja sudah cukup. Namanya wanita Jawa, ya minum jamu,” kata Waljinah.

Baik Tambunan maupun Sadikin mengingatkan, suplemen makanan seperti multivitamin dan mineral sama sekali bukan sumber energi seperti yang ditonjolkan oleh berbagai iklan. “Itu pembodohan massa. Sumber energi hanyalah karbohidrat, protein, dan lemak. Vitamin dan mineral hanya semacam oli pelincir pada mobil. Ia melancarkan proses pembentukan energi,” papar Sadikin.

Oleh karena itu, Tambunan menegaskan, mengonsumsi multivitamin dan mineral dalam dosis tinggi tanpa makanan yang baik merupakan kemubaziran dan justru dapat membahayakan. Glutation, sebagai antioksidan endogen, eksistensinya di dalam tubuh sangat tergantung pada asupan zat-zat makanan, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Tanpa glutation, proses penyeimbangan radikal bebas di dalam tubuh bisa kacau-balau.

Selama ini suplemen antioksidan sering kali mengklaim bahwa antioksidan adalah senjata ampuh menghambat kerja radikal bebas yang menyebabkan penuaan sel, salah satunya sel kulit.

Padahal, menurut ahli kulit sekaligus Ketua Studi Dermatologi dan Kosmetika Indonesia dr Sjarif M Wasitaatmadja Sp KK, penuaan tidak hanya disebabkan oleh aktivitas radikal bebas. Faktor lain yang berpengaruh adalah faktor genetika, usia, dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, dan kurang istirahat.

Sjarif menjelaskan, berhubung dosis suplemen vitamin antioksidan secara oral masih kontroversi, pemberian vitamin antioksidan lebih aman secara topikal (pengolesan di kulit) yang berdosis cukup rendah. Terapi itu hanya dapat menghambat penuaan dini akibat radikal bebas yang dihasilkan dari polusi. Sementara faktor lain penyebab penuaan, seperti genetik dan usia, tidak dapat dicegah. Penuaan tetaplah takdir.

Sjarif menegaskan, mengatasi penuaan dini bukanlah dengan merekomendasikan suplemen antioksidan. Namun, menganjurkan supaya seseorang hidup sehat dan menjauhi stres. Sebab, stres itu sendiri memicu produksi hormon-hormon tertentu seperti adrenalin, yang jika berlebih dapat merugikan. Selain itu, kondisi stres juga akan memicu munculnya senyawa fitokin berlebihan yang dapat merusak sel.

“Jangan mencari pembenaran, oke kamu boleh ngerokok, nih saya beri antioksidan. Tapi, hey stoplah merokok, makan yang sehat kalau mau awet muda. Jangan stres, nikmatilah menjadi tua,” ujar Sjarif.

Boleh jadi nasihat Waljinah memang tepat. Resep awet muda justru dimulai dari pikiran yang positif dan hati yang riang. Jadi, keriput? Siapa takut

di sadur dari : http://detokshop.wordpress.com

read more...

Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang

Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang

Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput.

Padahal itu hanya permukaan. Yang lebih penting justru bagaimana kita memerangi radikal bebas yang merusak tubuh dari dalam. Antara lain dengan antioksidan seperti dituturkan oleh ahli gizi, dr. Elvina Karyadi, M.Sc., di bawah ini.


Mewujudkan kualitas hidup yang baik di usia lanjut memang tidak mudah tanpa didukung usaha sejak dini di usia muda.

Saat ini kelebihan gizi yang mengakibatkan tingginya prevalensi penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, kencing manis, rematik sudah dirasakan sampai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Belum lagi akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan tercemar, kesalahan pola makan dan gaya hidup yang justru merangsang tumbuhnya radikal bebas (free radical) yang merusak tubuh kita.

Kondisi ini mendorong para peneliti baik ahli gizi maupun dokter menggali teori dasar radikal bebas serta mencari bagaimana cara mengendalikan produksi radikal bebas pada tubuh kita. Penelitian di bidang gizi ortomolekuler pada tingkat sel membuktikan, antioksidan dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Ternyata, gangguan atau ketidakmampuan sistem antioksidan tubuh inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit degeneratif.

Apa itu radikal bebas?

* Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan.

Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis.

Karena secara kimia molekulnya tidak lengkap, radikal bebas cenderung “mencuri” partikel dari molekul lain, yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh. Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan.

Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel yang antara lain:

Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel

Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus, radiasi, dan zat kimia karsinogen. Bila kerusakan tidak terlalu parah, masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Namun, bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker.

Kerusakan membran sel

Komponen terpenting membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas. Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh.

Kerusakan protein

Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak.

Kerusakan lipid peroksida

Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. Dalam tubuh kita, reaksi antarzat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel, yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif (kemerosotan fungsi tubuh).

Proses ketuaan.

* Umumnya, semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawan.

Namun, karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri, otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu, secara perlahan-lahan tapi pasti, terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan.

Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan, seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini.

Dapat menimbulkan autoimun

Dalam keadaan normal, antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya.

Antioksidan pelindung kesehatan

Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus-menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh: polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok, dll.

Sebab itu tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini.

Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari asal terbentuknya, antioksidan ini dibedakan menjadi dua yakni intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel) atau pun dari makanan. Dari sini antioksidan tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni:

Antioksidan primer

Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Antioksidan sekunder

Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

Antioksidan tersier

Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya.

Hasil berbagai penelitian dengan menggunakan hewan percobaan telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain.

Anggur merah vs jantung koroner

* Lebih dari 200 penelitian secara epidemiologi menyatakan, diet makanan yang mengandung beta karoten dapat menurunkan risiko penyakit kanker.

Beta karoten konon mampu mecegah kerusakan sel normal dari sel ganas dengan cara meningkatkan keutuhan sel-sel normal dan mengusahakan agar sel-sel kanker tersebut bertindak sebagai sel normal.

Vitamin C juga berperan dalam menurunkan risiko kanker saluran pencernaan. Dikatakan pula adanya hubungan antara asupan vitamin E yang rendah dan risiko kanker payudara, paru-paru, tenggorokan, dan mulut.

Beberapa studi mengungkapkan peranan antioksidan untuk mencegah penyakit jantung. Oksidasi LDL (low density lipoprotein) menyebabkan kerusakan dinding pembuluh arteri yang berarti proses awal dari aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).

Pertahanan antioksidan secara alami dalam LDL kolesterol dengan jumlah yang cukup dapat melindungi LDL dari proses oksidasi tapi masih dipertanyakan apakah perlindungan ini terjamin pada setiap orang. Antioksidan alam terbanyak dalam LDL adalah vitamin E. Sehingga penambahan suplemen vitamin E dalam makanan dapat meningkatkan kandungan vitamin E dalam LDL serta meningkatkan perlindungan terhadap proses oksidasi. Beta karoten merupakan antioksidasi yang cukup kuat yang secara teoritis juga dapat melindungi oksidasi LDL.

Anggur merah telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung koroner karena kandungan flavonoidnya. Sebagai contoh, Prancis, dibandingkan negara Eropa lain atau Amerika, jumlah penderita PJK-nya lebih kecil (dikenal dengan istilah the French paradox) karena suka sekali minuman anggur merah. Padahal konsumsi lemak mereka lebih besar, lebih banyak merokok dan kurang bergerak. Anggur merah memang mempunyai kandungan senyawa fenol lebih tinggi daripada anggur putih. Fenol ini mempunyai efek kardioprotektif (flavonoid) yakni antioksidan yang sangat kuat. Ia dapat mencegah oksidasi LDL 20x lebih kuat dari vitamin E.

Senyawa flavonoid ini telah terbukti secara in vitro mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh darah dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sayangnya, flavonoid pada anggur dan sayuran bentuknya kompleks sehingga sangat sulit dicerna dan diserap. Sedangkan pada saat fermentasi anggur merah, kompleks ini terurai sehingga mudah diserap tubuh. Ditambah lagi adanya alkohol (10%) dalam anggur membuat kandungan flavonoid stabil.

Berdasarkan penelitian, paparan senyawa radikal bebas, sinar ultraviolet, dan asap rokok dapat menyebabkan oksidasi protein pada lensa mata sehingga lama-kelamaan menimbulkan katarak. Penelitian epidemiologis menyatakan, katarak meningkat di negara-negara yang tinggi kebiasaan merokok serta paparan sinar mataharinya.

Asupan vitamin C dan E yang rendah pada diet makanan disertai kadar vitamin C yang rendah dalam darah, akan mempermudah seseorang terkena katarak (kekeruhan lensa mata). Apalagi ditambah dengan kebiasaan merokok.

Kasiat tempe dan ikan laut

* Selain berbentuk zat gizi seperti vitamin C dan D, antioksidan dapat pula berupa zat non-gizi seperti pigmen (karoten, likopen, flavonoid, klorofil) dan enzim (glutation peroksida, koenzim, Q-10 atau ubiquinon).

Karoten banyak pada wortel, ubi rambat, semangka, bayam, kangkung, jeruk. Likopen pada tomat. Flavonoid pada wortel, jeruk, brokoli, kol, mentimun, bayam, tomat, merica dan terung.

Bila konsumsi mineral seperti seng, selenium, tembaga, vitamin E dan C serta beta karoten cukup, maka tidak diperlukan suplemen. Suplemen berupa pil, kapsul, dll hanya diberikan bila makanan berantioksidannya belum memenuhi angka kebutuhan gizi yang dianjurkan.

Dalam makanan sehari-hari antioksidan banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sedangkan tempe dan ikan laut dapat memusnahkan atau meminimalkan pembentukan radikal bebas.

Selama lebih dari setengah abad antioksidan telah dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk menghambat kerusakan makanan. Biasanya antioksidan ini ditambahkan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak, buah segar atau sayuran agar tidak cepat rusak. Senyawa ini juga dapat untuk mencegah perubahan warna dan rasa yang disebabkan oksigen di udara (pada apel, pisang yang mengandung enzim tertentu).

Selain pada bahan makanan, antioksidan seperti vitamin E juga sebagai suplemen diet untuk mengatasi proses oksidasi dalam tubuh. Belakangan malah antioksidan digunakan dalam produk kosmetik.

di sadur dari : http://detokshop.wordpress.com

read more...

MENGAPA PERLU DETOKS?

Anda punya masalah sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit,
kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit,
sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor,
penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung
koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta
penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh? Tahukah Anda bahwa
akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas
tubuh Anda?


TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan
makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat
makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam
berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran
dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua
ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai
racun (toksin) atau penyakit.
Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita
sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita
hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru.
Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi
ampas.
Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari
melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan
jaminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika salah satu atau
beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran
ampas dari tubuh Anda belum optimal! Penyakit terjadi apabila proses
pembuangan tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ
vital.
Dalam sejumlah hasil penelitian disebutkan kondisi racun berlebihan
(toxicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan terjadinya
penyakit-penyakit degeneratif (liver, jantung, diabetes, kanker, dll.),
dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, racun harus
dikeluarkan dari dalam tubuh. Caranya, dengan detoksifikasi (detoks).

Apa itu detoks?
Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang
bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode
efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses
alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang
menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah susu
besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).
Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi
keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena
setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah
mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan
terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin
yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke
sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang
menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan
degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Mengapa perlu detoks?
Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah
kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau
diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga
kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein
(hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein
(hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni
kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.
Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam
tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau
terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah.
Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah
menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah
terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan
tubuh lainnya terhambat.
Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi
metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses
pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan
yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim
tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas.
Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada
usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar
dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.
Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan
memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus.
Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem
kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan
mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada
saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk
dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori
halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh
dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.
Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara
berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas
beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau
virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan
sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola
makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti
bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih
penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan
ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.
Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada
seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan
atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi
yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan:
* Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat,
kencang, dan lembut.
* Menurunkan kelebihan berat badan.
* Meningkatkan energi.
* Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
* Pengeruta tumor (jika ada).
* Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
* Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
* Memperbaiki daya ingat.
* Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit
kepala, kembung, dsb.
* Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
* Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
* Meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagaimana melakukan detoks?
Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini.
Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen
herba atau obat-obatan tertentu. Program detoks yang baik harus dapat:

* menormalkan pH (kadar keasaman) pencernaan
* meringan beban fungsi enzim di pankreas
* melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
* mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
* membangun flora usus
* melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar
penyerapan zat makanan menjadi lebih baik
* membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (catatan:
penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus)
* merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
* membersihkan darah
* membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan
cairan tubuh
* melancarkan peredaran getah bening
* membuka pori-pri kulit
* mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan

Biasanya perlu waktu 6 – 12 bulan untuk mencapai semua itu, dan juga
sangat bergantung pada kondisi keracunan dan kedisiplinan setiap
individu.
Metode detoks yang paling mudah dan aman adalah juice
fasting, yaitu puasa menghindari makanan padat dan pembentuk asam, dan
hanya mengkonsumsi jus buah segar sepanjang hari dalam porsi tertentu.
Puasa ini aman bagi semua orang. Mereka yang menderita kanker stadium
lanjut, diabetes, atau gagal ginjal harus di bawah pengawasan ahli.
Istirahat dan relaksasi sangat penting dalam program detoks.
Jika masih sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas lainnya, sebaiknya tidak
melakukan detoks. Laju metabolisme tubuh selama detoks akan menurun,
begitu pula suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan saluran pernapasan. Ini
merupakan proses alamiah karena tubuh akan melakukan penghematan energi
dan sebagian besar energi akan lebih dikonsentrasikan untuk proses
pembuangan racun.
Proses keluarnya racun juga menimbulkan reaksi tidak nyaman
pada tubuh, yang secara medis dikenal sebagai gejala kemunduran
(withdrawal symptoms). Beberapa gejala mirip dengan gejala sakit atau
sakaw pada pemakai narkoba yang sedang menjalani program pembersihan.
Sebaliknya, dalam paham pengobatan alami, gejala ini disebut krisis
penyembuhan (healing crisis). Gejala ini biasanya muncul pada hari ke-3
sejak dimulainya program detoks. Gejala yang terasa biasanya hanya
muncul satu hari saja. Kecuali gejala seperti flu (pengeluaran lendir
melalui saluran pernapasan) biasanya berlangsung lebih lama.
Beberapa hari setelah itu kita mulai merasa tidak kelaparan
lagi, walaupun adakalanya muncul gangguan seperti memikirkan
makanan-makanan tertentu padahal perut sedang tidak lapar.

Krisis penyembuhan
* Gejala demam atau flu
* Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (sulit buang
air besar). Jika terjadi sembelit, bisa dibantu dengan enema atau
kolonhidroterapi/”cuci usus”.
* Nyeri otot atau sendi
* Sakit kepala atau migrain (umumnya pada perokok dan peminum
alkohol)
* Mual-mual atau kembung
* Lesu
* Banyak mengeluarkan riak atau lendir
* Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah
dengan kulit
* Napas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat
dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)
* Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)
* Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)

Mekanisme detoks
Ada 2 mekanisme yang digunakan liver untuk mengeluarkan
racun. Bagian pertama pada detoks, disebut fase 1, adalah mengubah
toksin menjadi entuk yang larut lemak. Secara alamiah lemak akan segera
mengikat toksin yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, toksin harus
dilepaskan dulu dari jaringan lemak.
Bagian kedua, disebut fase 2, mengubah toksin menjadi bentuk
yang larut air agar toksin dapat dikeluarkan melalui saluran usus dan
urine. Dengan mekanisme ini, tidak akan ada racun yang tersangkut atau
tertinggal pada jaringan, termasuk jaringan otak dan saraf pusat. Toksin
akan keluar perlahan melalui aliran darah. Pada saat inilah biasanya
gejala-gejala yang terasa seperti penyakit, yakni gejala krisis
penyembuhan (healing crises) itu muncul.
Pada setiap fase yang harus dilalui, pelaksanaan detoks ini
sebaiknya dibantu dengan makanan dan herba tertentu untuk menguatkan
sel-sel organ vital dan kelenjar yang berperan pada proses detoks. ***

PRAKTEK DETOKS YANG EFEKTIF
Dikutip dari tulisan Ibu Andang Gunawan, AD, ND, dalam Majalah NIRMALA
JUNI 2004 halaman 60-64.

Program detoks tak bisa dilakukan sembarangan. Di antara sekian jenis
program detoks, detoks dengan jus buah (fruit juice fasting) adalah yang
paling aman dan nyaman. Namun sebelum melakukannya, pahami dulu
aturannya. Apa yang harus dilakukan menjelang detoks? Berapa lama waktu
optimum menjalankan detoks? Reaksi apa yang mungkin timbul selama
detoks?

USUS BESAR yang tidak sehat dan tidak lancar adalah sumber datangnya
berbagai penyakit. Sebagai saluran pembuangan yang menjadi tempat
bertumpuknya ampas-ampas, usus besar adalah organ pertama yang harus
dibersihkan, sebelum tubuh melakukan proses detoks yang akan dilakukan
oleh hati/liver.

Usus besar memang tempat lewatnya ampas dan kotoran, sehingga memang
tidak dapat dikatakan sebagai tempat yang bersih. Yang dimaksudkan harus
bersih dalam hal ini adalah lancar. Aliran dalam saluran pembuangan
harus lancar agar tidak terjadi penyumbatan, yang di kemudian hari dapat
menyebabkan kondisi keracunan dari dalam tubuh (otointoksikasi) dan
gangguan metabolisme.

PUASA: DETOKS YANG EFEKTIF

Ada banyak cara detoks. Sarapan buah di pagi hari, seperti metode Food
Combining, saja sudah dapat menimbulkan efek detoks. Tetapi di antara
semua alternatif detoks yang ada, puasa merupakan metode yang paling tua
dalam sejarah, paling aman, dan paling efektif.

Metode yang paling direkomendasikan para ahli kesehatan alami maupun
klinik-klinik puasa di negara-negara Barat adalah puasa hanya minum air
suling (disebut water fasting) atau puasa hanya dengan minum jus buah
atau jus sayuran saja (juice fasting).

Juice fasting dengan buah-buahan adalah pilihan detoks yang paling aman
dan nyaman. Kandungan gizi yang berlimpah dalam buah segar, termasuk
enzim-enzim dan energinya, dapat menurunkan intensitas pembersihan pada
tingkat yang lebih nyaman.

Puasa dengan hanya minum air prosesnya lebih intensif karena akan
membakar lebih banyak kalori. Bagi pemula, water fasting hanya boleh
dilakukan di klinik khusus yang mempraktekkan terapi puasa dan di bawah
pengawasan spesialis detoks.

PRINSIP-PRINSIP DETOKS

* Tinggalkan alat penimbang berat badan
Detoks bukan program penurunan berat badan. Penurunan berat badan
hanyalah efek sampingan detoks. Fokus detoks adalah kesehatan Anda.
Artinya, metabolisme harus baik atau lancar. Detoks memperbaiki
metabolisme tubuh. Jika tubuh sehat tidak akan ada kelebihan berat
badan. Ingat, kelebihan berat badan bukan semata-mata karena lemak,
tetapi toksin! Berhasil tidaknya detoks mudah terlihat dari penampilan
dan tekstur kulit yang menjadi tampak muda dan segar, juga ukuran
lingkar tubuh yang mengecil tanpa kesan kurus kering.
* Tinggalkan hitungan kalori
Program detoks ini tidak perlu membuang Anda pusing dengan urusan
hitunga-hitungan kalori, karena Anda hanya akan mengkonsumsi jus buah.
Buah adalah makanan rendah kalori tetapi kaya energi. Dalam ilmu
kesehatan modern, kalori juga dipahami sebagai energi. Tetapi dari paham
kesehatan alami, energi adalah tenaga atau power atau aura yang terdapat
pada makanan. Seperti aura pada manusia, aura pada tumbuh-tumbuhan juga
dapat dilihat dari kamera khusus. Sebaliknya, kalori lebih tepat
didefinisikan sebagai panas atau energi yang dibutuhkan untuk
pembakaran. Buah disebut makanan rendah kalori karena hampir tidak
memerlukan energi tubuh untuk pembakarannya, sehingga tubuh bisa lebih
banyak menghemat energi. Energi ini yang sebenarnya berperan dalam
proses penyembuhan dan peremajaan pada sel-sel tubuh.

PERSIAPAN SEBELUM DETOKS

* Selama proses detoks berlangsung, sebagian besar energi akan
difokuskan tubuh ke proses pembuangan. Karena itu, tidak ada gunanya
melakukan detoks jika masih disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang
menyita tenaga dan pikiran. Melakukan detoks dalam kondisi demikian
tidak akan membuat tubuh jadi sehat, tetapi justru sebaliknya. Cari
waktu yang baik untuk menjalankan detoks.
* Waktu menjalani detoks adalah 7-40 hari berturut-turut,
bergantung pada kondisi setiap orang. Bagi yang tidak biasa berpuasa,
sebaiknya latihan dulu melakukan detoks beberapa kali selama 3 hari
berturut-turut. Harap diingat bahwa detoks 3 hari itu hanya latihan.
Karena proses pengeluaran toksin sendiri baru mulai pada hari ke-3. Dan
bagi yang berminat menjalankan detoks lebih dari 7 hari sebaiknya
melakukan konsultasi kesehatan lebih dulu dengan dokter atau ahli gizi
yang menguasai terapi detoks.
* Agar tubuh lebih mudah beradaptasi dengan terapi detoks, 1-2
minggu sebelum melakukan program detoks sebaiknya Anda mulai:
o Mengurangi makanan berlemak tinggi, seperti makanan gorengan,
makanan bersantan, protein hewani (termasuk susu ternak), dan
karbohidrat olahan terutama yang mengandung terigu dan gula pasir
(termasuk minuman soda).
o Membatasi garam
o Menghindari alkohol, kafein, dan obat-obatan yang tak perlu
o Menghindari semua jenis makanan olahan industri (kalengan,
instan, dll)
Pola makan pra-detoks ini juga bermanfaat menurunkan reaksi detoks
yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Mencoba ‘mencuri’ kesempatan
mengkonsumsi makanan/minuman yang harus dihindari, dapat menghambat
proses detoks yang sedang berjalan selama beberapa jam.

JENIS MAKANAN

Program detoks ini hanya memperkenalkan 5 jenis buah-buahan yang harus
dikonsumsi dalam bentuk jus. Mengapa harus jus? Karena dalam bentuk jus,
kandungan zat-zat gizi pada buah lebih mudah dicerna dan diserap tubuh.
Karena tidak banyak serat yang masuk, pada beberapa orang cara detoks
seperti ini juga dapat menimbulkan sembelit (sulit buang air besar/BAB).
Untuk mengatasinya, dapat dilakukan enema (merangsang gerakan
peristaltis usus dengan memasukkan cairan melalui anus) atau kolon
hidroterapi di klinik khusus. Tetatpi jika Anda banyak minum air putih
di antara waktu minum jus buah, risiko sembelit sangat kecil.

Jenis buah yang dibolehkan dalam program detoks ini hanya pepaya, apel,
mangga, semangka, nanas, dan jeruk nipis/lemon. Pilih buah yang segar
dan sudah matang. Tidak perlu buah impor, karena semakin dekat tempat
tumbuh buah dengan tempat kita, kualitas gizinya semakin baik untuk
tubuh kita. Sedapat mungkinpilih buah-buahan organik (tidak tercemar
pestisida dan zat-zat kimia lainnya).

Jenis buah yang dikonsumsi dalam satu hari harus sama. Misalnya hari
pertama hanya jus pepaya saja sepanjang hari, lalu hari berikutnya hanya
jus semangka saja, dan seterusnya. Cara mengkonsumsi buah seperti ini
hanya untuk memudahkan pengaturan pH dalam tubuh. (Tambahan dari Wied
Harry: Untuk jeruk nipis/lemon, peras airnya lalu campurkan ke dalam air
masak.)

REAKSI TUBUH SELAMA DETOKS

Selain reaksi-reaksi seperti penyakit, selama detoks tubuh akan
memberikan reaksi-reaksi lain yang sering mengejutkan bagi pemula.
Bentuk reaksi dan kapan munculnya reaksi-reaksi tersebut tidak sama pada
setiap orang.

Reaksi-reaksi tersebut antara lain:
* Warna urine lebih keruh dan berbau tajam. Bagi mereka yang
sepanjang hidupnya banyak mengkonsumsi obat-obatan farmasi, bau obat
akan ikut keluar bersama urine dan kotoran (feses).
* Sering buang angin dengan bau sangat menusuk.
* Muncul keinginan kuat pada makanan, padahal setelah hari ke-3
sebenarnya tubuh sudah tidak merasakan lapar lagi.
* Keluar banyak kotoran disertai lendir (mukus) yang cukup pekat.
Pada program detoks yang lebih panjang, tubuh akan mengeluarkan kotoran
dari lapisan sel yang paling dalam. Bentuk kotoran yang keluar biasanya
lebih pekat dan berwarna mulai dari kehijauan hingga kehitaman seperti
ter/aspal cair. Program detoks baru dapat dikatakan sempurna jika bentuk
kotoran yang keluar sudah normal dan tidak ada lagi kotoran yang
bentuknya seperti ter tersebut.

CATATAN PENTING

* Cara mengkonsumsi minuman/makanan apa pun tidak boleh
terburu-buru. Meskipun bentuknya cair, air dan jus buah tetap harus
diteguk pelan-pelan dan sedikit-sedikit saja. Jadi, tidak ditenggak
cepat-cepat, apalagi sekaligus. Minum atau makan terburu-buru dapat
menyebabkan beberapa proses yang harus dilakukan tubuh terhadap makanan,
terlewati. Makanan yang tidak terproses dengan baik akan mengalami
pembusukan sebelum waktunya. Padahal pembusukan makanan hanya boleh
terjadi dalam usus besar menjelang anus. Pembusukan dini biasanya sudah
terjadi di usus duabelas jari.
* Jus buah yang diminum setiap kali harus baru. Jadi, tidak boleh
membuat dan menyimpan jus untuk satu hari sekaligus, misalnya.
* Jangan menunda minum jus setelah jus dibuat. Kualitas gizi dan
energi pada jus buah akan berkurang setelah 20 menit, apalagi jika
dibiarkan terbuka dan terkena udara.

TIPs
* Sebaiknya tetap berolahraga teratur. Cukup olahraga ringan saja
seperti jalan kaki, lompat tali atau lompat-lompat kecil di atas
trampolin, yoga, taichi, atau chikung. Olahraga berguna melancarkan
sirkulasi darah dan getah bening, dan secara tidak langsung juga
melancarkan proses pengeluaran racun dari dalam tubuh.
* Boleh melakukan perawatan tubuh seperti pijat aromaterapi dan
luluran (body scrub atau penggelontoran kotoran dari permukaan kulit).

di sadur dari : http://detokshop.wordpress.com


read more...

SOLUSI MENGATASI ASAM URAT

Gejala Asam Urat
• Kesemutan dan linu
• Nyeri, terutama pada malam hari atau padgi hari saat bangun tidur
• Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.


Solusi
• Lakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal [2.4 – 6 untuk wanita & 3.0 – 7 untuk pria]
• Kontrol makanan yang dikonsumsi.
• Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, dapat membantu membuang zat purin yang ada didalam tubuh.

Makanan yang harus dihindari
• Lauk-pauk : Jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak
• Seafood : Udang, kerang, cumi, kepiting
• Makanan kaleng : Kornet dan Sarden
• Daging : Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental
• Kacang-kacangan : Kacang kedelai [Tempe, Tauco, Oncom, Susu kedelai]
Kacang tanah, Kacang hijau, Tauge, Melinjo, Emping
• Sayuran : Daun Bayam, Kangkung, Daun singkong, Asparagus,
Kembang kol dan Buncis
• Buah-buahan : Durian, Alpukat, Nanas, Air Kelapa
• Minuman/makanan : Bir, Wiski, Anggur, Tape, Tuak
[ber-alkohol]


di sadur dari : http://detokshop.wordpress.com/



read more...

MENGENAL DAN MENCEGAH ASAM URAT

Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Ini juga merupakan dampak samping dari pemecahan sel dalam darah.



Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh mahluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh mahluk hidup terdapat zat purin ini. Lalu karena kita memakan mahluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut pindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat zat purin. Zat purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses [kotoran] dan urin. Tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat di dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak zat purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian, sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung zat purin.

di sadur dari : http://detokshop.wordpress.com/


read more...

My Google Pagerank